Maut mengintai setiap saat tidak peduli status sosial seseorang, tidak peduli anak siapa, tidak peduli posisinya, tidak peduli sehat atau sakit, tua muda, mahasiswa atau buruh, tentara atau sipil, kyai atau tani, siapapun tanpa terkecuali.
Maka kekayaan yang sebanyak apapun, bukan jaminan kita bisa hidup selamanya. Kematian tetap akan datang. Maut tetap akan menjemput. Betapa banyak orang yang kaya, berlimpah harta, kematian menjemputnya lebih dulu sebelum ia menikmati kekayaannya itu. Ia tinggalkan kekayaannya, tak sedikitpun yang dibawanya ke alam kubur. Sungguh, bukan kekayaan yang dibawanya mati, tetapi seberapa besar amal kebaikan dari kekayaan yang dimilikinya, itulah yang akan menolongnya dari kesengsaraan kubur. Lanjutkan membaca ‘Iman & Islam Yang Dibawa Ke Dalam Kubur’










